Gila nyari kerja susah bangets,
udah lamar kesana kemari tapi gak ada yang nyangkut satu pun. Saat ada
panggilan interview akhirnya cuma buang2 ongkos ajaa belom ada hasil yang
pasti 😞.
Lulusan baru emang susah cari
kerja apalagi gak ada pengalaman, perusahaan pasti cari yang kompetitif dan
berpangalaman di bidangnya. Sekarang gue lulusan baru niat gue mau cari
pengalaman di dunia kerja, tapi kalau saingan kita orang berpengalaman semua yaa
otomatis lah kita tersingkir. Mau kerja harus harus punya pengalaman dulu, mau
cari pengalaman kerja yaa harus kerja dulu. Ada sih lowongan pekerjaan untuk
freshgraduate namun sayangnya tidak untuk semua jurusan kebanyakan sih IT.
Minggu ini gue ada 3 panggilan
interview di 3 perusahaan di jakarta. Yang pertama di thamrin yang kedua di
grogol dan yang ketiga di daerah warung buncit. 😤😤😤
Hari pertama gue interview jam 2
siang, jam 12 berangkat dari bekasi naek motor dan gue lupa pake sarung tangan
karna gue kira cuaca akan teduh tapi gilaakk 😵 panas bgt, gue pake celana hitam
waktu itu dan pas bgt di bawah sinar matahari dan anjiirr ternyata panasnya
masuk ke paha gue gila banget kayak di sundut obor di tambah macetnyaa di
daerah kasablanka haduuh gak kebayang deh tapi
untuk masa depan rela lah tangan gue jadi belang di pergelangan 😤. Sampai
lah di tempat thamrin city lt 7. Kantornya sih gak gede2 amat tapi yaa emang
gak gede sih. jadi di thamrin city lt 7 itu emang tempat untuk perusahaan gitu
gak paham juga karna gak cuma satu dua tapi banyak perusahaan disitu.
Gue di
suruh tunggu di lobby yaa gak lama berselang gue di suruh masuk. Jabat tangan
duduk. Yang merekrut gue melihat CV yang gue kasih, “sastra inggris” katanya,
gue jawab yaa betul 2 juta rupiah terenenenoneng terenenenoneng deng deng deng
cesss 😒. (garing). “boleh perkenalkan diri dengan bahasa inggris” lanjutnya.
Langsung gue perkenalkan diri gue, nama umur lulusan pengalaman kerja dan lain
lain. yang gue baca sih ini perusahaan IT gitu tapi gue ngelamar sebagai
customer service karena gue sendiri aktif di pelayanan masyarakat bukan jongos
yaak, tapi di organisasi karang taruna wilayah yang mana gue pikir sih sama
dikit sih harus melayani keluhan dan pertanyaan memberikan informasi dan lain
lain.
Setelah gue pekenalan diri dia
tanya “apa pekerjaan orang tuamu?” pake bahasa inggris (gue translate biar lu
pada paham) dalam pertanyaan ini gue berpikir apa hubungan pekerjaan orang tua
kita dengan diri kita sendiri? Mungkin mereka takut kalo gue keturunan bandar
sabu (sarapan bubur) yang suka rampok (rakus makan popok). Kalau kalian punya
alasan kenapa mereka bertanya seperti itu bisa di kasih tau lewat komen yaah😄,
menurut gue sih pekerjaan orang tua memang berpengaruh kepada kita tapi
tergantung dari orang itu sendiri sebenarnya ada yang kaya tapi anaknya maunya
usaha sendiri, ada yang pas-pas an tapi masih nedeng ke orang tua. Yaa begitu
dah gak bisa menilai dari satu point ajaa karena prinsip orang berbeda-beda 😏😏😏.
Oke balik lagi ke cerita, gue
jawab orang tua gue sekarang wiraswasta membuka warung sembako di rumah walau
dalam skala kecil. Terus dia tanya lagi “bisa kamu jelaskan pengalaman kamu di
bidang sales promotion?” gue di bulan puasa tahun 2017 pernah bekerja sebagai
SPB (sales promotion bohay) di Bekasi dan yang gue jual di situ adalah busana
wanita seperti gamis kaftan mukena yaa pakaian yang bernuansa islami karna
momen idul fitri. Gue jawab dulu gue melakukan penjualan membuat laporan
mingguan dan bulanan dan memfasilitasi tempat gue supaya barang terisi terus
jangan sampai habis stock walau terkadang pengiriman suka barang telat, barang
sudah habis dan dagangan jadi sepi. lae lae.
Terus dia tanya “kamu melamar
sebagai customer service, bisa jelaskan apa saja yang dilakukan oleh customer
service?” dan gue jawab “setahu saya pekerjaannya itu meliputi pelayanan client
memberikan informasi menangani masalah dan isu yang dihadapi oleh client”
Dan berikutnya pertanyaan embel2
dan dari situ gue udah menduga bakal di tolak karena pertanyaan yang di
lontarkan kurang penting sih menurut gue. Mungkin mereka mencari yang
berpengalaman atau semacam nya. Gue gak tau salah gue dimana, gue udah rambut
klimis muka manis 👨 jawab pertanyaan gak ragu-ragu amis tapi kenapaa? Sebenernya
mereka sih gak menolak gue secara langsung mereka Cuma bilang “baik nanti akan
kami kabarkan kembali jika saudara memenuhi kriteria kami dan akan di lanjutkan
ke proses selanjutnya” kalimat ini semacam saat elu nembak cewek dan mereka
bilang “aku pikir-pikir dulu yaah” dan kemudian dia jalan sama cowok lain. okee
skip. 😑
Setelah itu gue pulang kerumah
meratapi apa yang salah dari gue. Apa gue terlalu tampan? Pernah dengar pria
arab di usir karena terlalu tampan? Kurang lebih begitu Cuma posisinya gue yang
ngusir pria arab itu. yaa gue berdoa ajaa semoga mereka bisa mengabarkan gue untuk
bisa bergabung dengan mereka (tetap optimis).
Di hari kedua, panggilan
interview di daerah grogol lebih jauh dari yang kemarin. Perjalanan pake motor
2 jam karena belom tau daerah sempet berhenti buat lihat gugle meps. Karena
kita tidak boleh pakai GPS saat berkendara jadi metode yang gue pakai seperti
itu. JAYALAH PAK POLISI. 💪😁
Sudah sampai di tujuan, tapi
dimana kantornya? Di sebelah kanan gue sih ada ruko 3 tingkat tapi itu tutup
lovers, gila jangan-jangan ini penipuan. Daerah nya di perumahan gitu, gue
tanya ke warga sekitar gak ada yang tahu. Waah bener jangan-jangan gue di
kerjain. 2 jam dari bekasi sampai sini gue gak dapat apa-apa. Akhirnya gue
mampir ke alfaabsen beli minuman sambil baca-baca lagi alamatnya dan ternyata
ada nomernya nomer 24, di ruko 3 lantai tadi nomer 25 berarti di sebelahnya.
Cuss muter balik ke tempat tadi dan yang gue lihat Cuma rumah 2 lantai banyak
motor terparkir, berpagar putih dan ada tulisannya awas jangan parkir di depan
pagar. Siapa? Elu bego (gambar anjing).🙈
Gue buka pagarnya, eh tiba-tiba keluar
pegawainya “ada apa mas?” tanya dia. Gue tanya balik “ini perusahaan jshgkj
yaah?” dia kembali bertanya “mas ada perlu apa?” dan percakapan kami hanya
berisi kalimat tanya saja. “saya dapat panggilan interview mas” jawab gue, “oh
iya silahkan masuk” sahutnya, “ini motor saya di parkir di depan aja nih?”,
“wah jangan mas masukin ajaa rawan soalnya disini” balas pegawai yang dilihat
dari penampilannya sih gak berpengaruh besar disini.
Gue masuk dan sudah ada 2 orang
duduk yang sedang mengisi formulir, “silahkan duduk mas, ini di isi dulu
formnya sama di bawahnya gambar rumah pohon sama orang yaah” weeh pertama kali
gue di suruh gambar gini, sebelumnya langsung interview. Gue isi lah form itu ada
beberapa pertanyaan yang menuntut kita memilih mana yang paling mendekati diri
kita. Ini sih standar yaah gunanya buat
tau kepribadian kita seperti apa. Pada bagian menggambar rumah pohon dan orang
gue rada pesimis nih rumah macam apa pohon macam apa dan orang macam apa yang
harus di gambar? Gue lihat ke sebelah gue dan dia gambarnya nggak bagus2 bgt
tapi lebih mendekati ancur sih. jadi gue kira gambar aja dah sebisanya rumah
berpagar berpintu berjendela 2 dan beratap yang dilihat dari sisi depan (satu
sisi). Standar gak bagus2 amat walaupun gue punya skill mengambar (sombong).
Terus pohon, gue gambar pohon mangga depan rumah gue lengkap dengan buahnya
daunnya pun gue gambar satu-satu, dan terakhir orang, gue gambar orangnya
sedang melihat ke pohon mangga dia pake kemeja sama celana pendek dan di
deskripsinya gue cantumin dia pengusaha buah (sedikit terinspirasi dari bob
sadino). Selesai.
Menunggu panggilan untuk masuk ke ruang interview. Di sebelah
gue nanya “ngelamar jadi apa mas?” “customer service kalo mas?” “sama,
sebelumnya kerja dimana?” “saya freshgrad mas kalo mas?” “saya di indosat
sebagai call center” widiiihhhh gilaa saingan gue biasa aja sihh. Jadi dia
emang berpengalaman di customer service di indosat dan telkomsel tapi hebat
juga sih pengalaman kayak gitu pasti masuk kemana aja. Dan giliran gue
interview, sett sett ett basicnya samaa ajaa kayak kemaren pertanyaan yang di
lontarkan pun gak berbeda jauh, tapi disini pake bahasa indonesia. Dan di akhir
interview pun sama sajaa di suruh nunggu untuk kabar selanjutnya. It means, gue
di tolak lagi. Kenapa gue tahu kalau gue di tolak? Karena yang di sebelah gue
di suruh nunggu untuk interview kedua. Yaah pasrah dah tidak apa-apa saya akan
terus berusaha.
Capek yaah bacanya? Iyaa samaa.
Dan gue pulang lah ke rumah, gue pikir gue butuh nih kemajuan dikit paling gak
bisa sampai ke tahap percobaan lah. Dan dihari ketiga gue memutuskan untuk
tidak datang alasannya 1. Memantapkan diri 2. Mencari informasi untuk lolos
interview 3. Irit bensin (sayang kalau gue dateng dan hasilnya pun sama). Yaah
jadi gue gak menyerah juga sih lebih kepada memantapkan diri ajaa buat
interview selanjutnya jangan sampai kita datang jauh-jauh tapi hasilnya pun
tidak pasti. Jangan sampai kita mementingkan kerja keras ketimbang kerja
cerdas, kerja keras memang penting tapi apa gunanya punya otak gak di pake?😱 Dan
ingat di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, waspadalah waspadalah 😈.
Eh laahhh salah acara.😂
Yaa buat teman-teman sekalian
yang mau bekerja pelajari dulu tentang interview yaah (sama gue juga harus
belajar) karena di tempat kuliah kita hanya mengajarkan ilmu saja tapi tidak
mengajarkan bagaimana kita bisa masuk ke perusahaan atau lolos polisi tentara
atau cara kita menjadi pengusaha kaya atau jadi presiden. Yang kita pelajari
hanya ilmu yang bisa mendorong pengetahuan kita sedikit sisanya? Tergantung
pada diri lo sendiri. Jangan sampai ilmu yang kita dapat di bangku sekolah atau
kuliah hanya mengantarkan kita menjadi pegawai standar, cobalah kita untuk
berkembang lebih maju biar bisa bermanfaat bagi orang banyak.
Gue juga ngomong begitu untuk
menyadarkan gue juga. Semoga kedepannya saya bisa jadi orang sukses,
membanggakan dan bisa bikin lapangan pekerjaan. Syukur – syukur bisa usaha di
luar negri. Yaa cukup pengalaman dari saya tentang 3 panggilan interview
berturut-turut semoga ada hikmahnya dan ada pelajaran yang dapat di ambil. 😁😁😁😁
Assalamualaikum Warohmatullahi
Wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar